Perkuat Kepercayaan Publik, Bawaslu Polman Gelar Ngabuburit Pengawasan
|
POLMAN — Bawaslu Polewali Mandar (Polman) terus berkomitmen memperkuat kualitas pengawasan pemilu melalui pendekatan edukatif dan partisipatif kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Polman pada Jumat, 27 Februari 2026.
Ketua Bawaslu Polman Harianto dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan merupakan bagian dari upaya penguatan internal kelembagaan sekaligus ruang refleksi menjelang tahapan-tahapan demokrasi berikutnya.
“Ngabuburit Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya penguatan internal kelembagaan sekaligus menjadi ruang refleksi bagi kita semua dalam menghadapi tahapan-tahapan demokrasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa soliditas dan integritas jajaran pengawas tetap terjaga.” Ungkap Harianto.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat Arham Syah menegaskan seluruh pimpinan dan pegawai Bawaslu harus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas dan pentingnya menjaga suasana kantor yang harmonis dan kekeluargaan agar soliditas lembaga tetap kuat dalam menghadapi tantangan pengawasan.
“Seluruh pimpinan dan pegawai Bawaslu harus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. Profesionalisme bukan hanya soal kompetensi dan pemahaman regulasi, tetapi juga menyangkut sikap, disiplin, tanggung jawab, serta objektivitas dalam bekerja. Di sisi lain, suasana kantor yang harmonis dan kekeluargaan harus tetap dijaga agar soliditas lembaga semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pengawasan.” Ujar Arham Syah.
Anggota Bawaslu Polman, Usman sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut menyampaikan sejumlah poin penting terkait upaya menjaga integritas sebagai pengawas pemilu. Ia menekankan bahwa integritas tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dari berbagai godaan yang berpotensi mencederai marwah kelembagaan.
Menurutnya, pengawas pemilu harus mampu menjaga hawa nafsu dan menghindari segala bentuk intervensi yang dapat memengaruhi objektivitas dalam bertugas. Selain itu, momentum bulan Ramadan menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat pengendalian diri, empati, serta solidaritas antar sesama pengawas.
“Integritas itu dimulai dari diri sendiri. Pengawas harus mampu menjaga hawa nafsu dan menolak segala bentuk intervensi yang bisa mencederai marwah lembaga. Apalagi di bulan Ramadan, ini menjadi momentum untuk melatih pengendalian diri, memperkuat empati, dan membangun solidaritas sesama pengawas pemilu,” tegas Usman.
Sebagai rangkaian kegiatan, Bawaslu Polman juga melaksanakan pembagian takjil kepada masyarakat dan buletin publikasi kinerja Bawaslu Polman di masa non tahapan. Kegiatan berbagi takjil ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat hubungan antara lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat.
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan tersebut selain dihadiri oleh Anggota dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Polman, jajaran staf Sekretariat, juga dihadiri berbagai unsur, mulai dari kalangan akademisi, perwakilan media, hingga Kader Pendidikan Pengawasan Partisipatif Polewali Mandar (Kader P2P Polman) dan juga disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial Bawaslu Polman, sehingga masyarakat luas dapat mengikuti jalannya diskusi serta memperoleh edukasi kepemiluan secara terbuka dan interaktif.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Bawaslu Polman berharap mampu memperkuat budaya pengawasan yang berintegritas, meningkatkan literasi kepemiluan masyarakat, serta mendorong terbangunnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Penulis: Lukman
Foto: Asyrul