Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Budaya Kerja, Bawaslu Polman Resmi Luncurkan Aksi Perubahan MALAQBIQ

Rakor

Polewali Mandar – Dalam rangka memperkuat budaya kerja yang tertib, disiplin, bertanggung jawab, dan akuntabel, Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar resmi meluncurkan Aksi Perubahan MALAQBIQ (Membangun Amanah, Akuntabilitas, dan Integritas untuk Bekerja Berkualitas). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (28/10/2026).

Peluncuran Aksi Perubahan MALAQBIQ menjadi langkah awal dalam penerapan mekanisme kerja dan instrumen pengendalian untuk mendukung pemantauan serta penyelesaian pertanggungjawaban uang muka secara tertib dan tepat waktu.

Kegiatan tersebut dibuka dan diresmikan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, Harianto, disaksikan oleh anggota Bawaslu Polman, serta dihadiri seluruh jajaran pegawai sekretariat.

Dalam pemaparannya, Muhlis Maulana Ibrahim selaku Project Leader Aksi Perubahan MALAQBIQ menegaskan bahwa MALAQBIQ tidak sekadar menghadirkan dashboard atau instrumen pemantauan, tetapi juga menjadi upaya membangun komitmen dan kesadaran bersama dalam mewujudkan tata kelola pertanggungjawaban keuangan yang lebih baik.

Menurutnya, setiap uang muka yang diterima merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara benar, tertib, dan tepat waktu. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengendalian yang mampu memastikan proses pertanggungjawaban berjalan secara terstruktur dan dapat dipantau secara berkala.

“Melalui penerapan instrumen pengendalian MALAQBIQ, yang meliputi Lembar Komitmen, Kartu Kendali, Daftar Monitoring, serta Dashboard/Spreadsheet MALAQBIQ, diharapkan proses pencatatan, pengingat, pemantauan, dan tindak lanjut dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur. Dengan demikian, potensi keterlambatan dapat diantisipasi sejak dini dan koordinasi antarpegawai semakin meningkat,” ujar Muhlis Maulana Ibrahim yang akrab disapa Maul.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, Harianto, berharap seluruh jajaran dapat mendukung dan menerapkan mekanisme MALAQBIQ secara konsisten, terutama pengelola keuangan, Tim Efektif, dan pegawai yang menerima uang muka.

Ia menekankan bahwa keberhasilan aksi perubahan tersebut tidak hanya bergantung pada ketersediaan instrumen pengendalian, tetapi juga pada komitmen bersama untuk membangun budaya kerja yang berintegritas dan bertanggung jawab.

“Keberhasilan aksi perubahan ini tidak hanya ditentukan oleh tersedianya instrumen, tetapi terutama oleh komitmen dan perubahan perilaku seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Harianto.

Penulis: Mulyadi
Foto: Nurpasila