Jumat Sehati, Bawaslu Polman Gandeng YKKI Bincang Kanker dan Tumor Sejak Dini
|
POLMAN – Sebagai bagian dari agenda program Jumat Sehati, Bawaslu Polewali Mandar gandeng Yayasan Kesehatan Kanker Indonesia (YKKI) menggelar kegiatan membincang kanker dan tumor sejak dini. Acara dihelat di Ruang sidang adjudikasi Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar. Jumat, 24 Oktober 2025.
Rahmania, anggota Bawaslu Polewali Mandar Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi dan Diklat dalam sambutannya menyampaikan kegiatan merupakan bagian dari program Jumat Sehati yang bertujuan untuk menjaga kesehatan jasmani dan memperkuat mental spiritual jajaran Bawaslu.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jumat Sehati untuk menjaga tubuh tetap sehat, hati kuat, dan iman semakin kokoh. Dengan tubuh yang sehat dan hati yang tenang, kita dapat menjalankan tugas pengawasan dengan lebih baik dan berintegritas,” ujar Rahmania.
Juga dikatakan Rahmania kegiatan itu juga sebagai upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker.
Pada kesempatan yang sama, Usman Sahamma anggota Bawaslu Polewali Mandar kordiv PP Datin juga mengaku bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah konkret untuk mendukung kesiapan fisik dan mental jajaran Bawaslu menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan serentak mendatang.
"Ini adalah bentuk kongkrit langkah yang dilakukan Bawaslu Polewali Mandar untuk mendukung kesiapan fisik dan mental jajaran Bawaslu sebelum akhirnya kita masuk dalam masa tahapan Pemilu dan Pilkada ke depan," urai Usman.
Senada dengannya, Ady Suratman anggota Bawaslu Polewali Mandar kordiv pencegahan parmas humas juga mengatakan, kegiatan menjadi amat penting artinya ditengah penyakit kanker menjadi momok dan salah penyakit yang menakutkan bagi masyarakat.
"Kegiatan ini penting karena kita berharap melalui ini, kita dapat mendapatkan pengatahuan detail tentang penyakit kanker dan tumor sebagai salah satu penyakit yang menakutkan bagi kita," tutur Ady Suratman.
Sementara iu, Andi Nuzul Karniati dari YKKI menjelaskan tentang penting memahami kanker dan tumor sejak dini, karena keduanya menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia.
“Kanker merupakan sekelompok besar penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya sel abnormal di dalam tubuh, sel abnormal ini dapat tumbuh dan menyerang bagian tubuh manapun. Kanker sendiri merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia setelah stroke dan serangan jantung," ungkapnya.
Juga disampaikan olehnya, mengutip Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia sendiri menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.
"Sedangkan data dari Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) menyebutkan, total kasus kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus dengan total kasus kematian sebesar 234.511," bebernya.
Sehingga menurutnya, kanker menjadi sangat berbahaya dan mematikan karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada fase awal perkembangannya, sehingga kondisi kanker baru terdeteksi dan ditangani pada saat mencapai stadium lanjut.
Andi Nuzul Karniati juga menambahkan, upaya pencegahan kanker lebih baik daripada pengobatan kanker yang banyak mengeluarkan biaya.
“Upaya pencegahan kanker melibatkan beberapa langkah untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, termasuk menghindari faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi temu putih secara teratur, dan melakukan pemeriksaan rutin. Kami dari YKKI sangat antusias untuk membantu jikalau ada keluarga dari bapak/ibu yang teridentifikasi menderita kanker. Silahkan hubungi kami," ungkap Andi Nuzul Karniati.
Penulis: Muh Azri
Foto: Muh. Asyrul