Lompat ke isi utama

Berita

Dari Darat, Laut hingga Polewali, Bawaslu Polman Awasi Detail Pergerakan Surat Suara Pilkada

Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar saat berada di Pelabuhan Surabaya menunggu pergerakan kapal laut menuju Pelabuhan Makassa

Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar saat berada di Pelabuhan Surabaya berpose di lambung kapal yang mengangkut surat suara Pilkada Polewali Mandar melalui jalur laut ke Pelabuhan Makassar  

MAKASSAR - Pengawasan pergerakan surat suara Pilkada serentak tahun 2024 menjadi hal yang amat vital dalam pengawasan tahapan penyelenggaraan Pilkada. Tak tanggung-tanggung, Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar tidak saja melakukan pengawasan melekat dan detail pada proses perencanaan, pencetakan hingga packing surat suara. Bahkan setiap centi pergerakan surat suara sebagai dokumen negara yang sangat rahasia itupun diawasi dan dikuntit secara ketat.

Itu dibuktikan, bersama Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Bawaslu Polewali Mandar-pun mengawasinya secara ketat pergerakannya dari percetakan, pergerakan darat hingga pergerakan laut.

Khusus perjalanan laut, yang bahkan menelan waktu tempuh selama 40 jam diatas laut itu dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.

Berdasarkan catatan Bawaslu Polewali Mandar, pengawalan ketat di atas laut berawal dari setibanya surat suara Pilkada Polewali Mandar, Rabu 16 Oktober 2024 di Gudang transit perusahaan ekspedisi milik PT. Eureka di Surabaya, setelah sebelumnya melewati perjalanan darat yang cukup panjang dan melelahkan dari Jakarta ke Surabaya, juga dalam pengawalan ketat Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Pamdal KPU dan Polda Provinsi Sulawesi Barat.

Gudang transit perusahaan ekspedisi PT. Eureka yang berada di Jalan Brigjend Katamso 45/30 Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo itu menjadi saksi bisu mulai berangkatnya mobil damtruk logistik surat suara menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tepat pukul 17.00 Wib, dikawal bersama dua orang Pamdal KPU dan dua orang personil Polda Provinsi Sulawesi Barat.

Setiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, puluhan mobil damtruk langsung berjejer menunggu antrian untuk naik ke atas lambung kapal. Hingga pukul 20.40 Wib, mobil damtruk logistik itu berhasil naik ke atas lambung kapal.

di atas lambung kapal

 

Proses antrian masuknya mobil truk ke dalam kapal berlangsung hingga pukul 03.00 Wib dini hari. Perjalanan laut dimulai, tepat saat terompet kapal mulai berdengung. Asap hitam menggumpal keluar dari corong di buritan kapal, menandai pelayaran kapal KM. Mutiara Ferindo-1 yang mengangkut damtruk memuat surat suara itu dimulai. Pelan menantang ombak dan meninggalkan dermaga pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
   
Di atas kapal, ditemani cuaca yang cukup bersahabat dan angin juga ombak yang agak besar, kapal terus melaju dalam kecepatan yang terukur. Surat suara yang berada di atas damtruk dalam lambung kapalpun tetap diawasi dengan seksama. Memastikan tidak ada pergerakan yang tidak berkesesuaian dengan aturan dan sejumlah regulasi pengadaan dan pergerakan surat suara.

 

Penjemputan di Makassar

 

Surat Suara Tiba di Pelabuhan Makassar dan Berlanjut Melalui Darat ke Polewali

Hingga akhirnya, pulau Sulawesi mulai tampak dari kejauhan, pelan namun pasti terompet kapal kembali berdengung, menandakan tujuan akhir dari pelayaran telah sampai di Pelabuhan Penumpang Soekarno-Hatta Makassar. Saat itu, kalender menujuk hari Jumat, tanggal 18 Oktober 2024 tepat pukul 18.00 Wita kapal mulai bersandar di dermaga.

Tanpa birokrasi yang ruwet, namun tetap dalam pergerakan yang terukur, satu-persatu damtruk secara beriringan pelan keluar dari dalam lambung kapal. Sejumlah pihak pun secara berombongan tampak menyambutnya di bibir dermaga Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.

Pelan dan pasti sejumlah damtruk itu keluar dari area pelabuhan, melanjutkan perjalanan dengan pengawalan dari KPU, Bawaslu, Kejaksaan, Kodim hingga Kepolisian, tentu saja dengan pengawalan patwal yang berserine.

Iring-iringan melalui darat kembali dilanjutkan melewati Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang hingga tiba dan masuk diperbatasan Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Tentu saja di atas damtruk itu, termasuk surat suara Pilkada Polewali Mandar tahun 2024 menuju kota Polewali yang tiba di Polewali sekitar pukul 02.05 dini hari, Sabtu 19 Oktober 2024.

Surat Suara Tiba di Polewali


Dari Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, selain Rahmania, anggota Bawaslu Polewali Mandar koordinator divisi sumber daya manusia, organisasi, pendidikan, dan pelatihan tampak pula sejumlah staf Bawaslu Polewali mandar bersama pimpinan, Kabag, dan staf Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat melakukan penjemputan di Pelabuhan Seokarno Hatta Makassar hingga pengawalan ketat dan melekat menuju Polewali Mandar serta kabupaten lain dalam wilayah Sulawesi Barat.

Kepada humas Bawaslu Polewali Mandar, Rahmania ditengah proses pengawalannya, mengatakan, proses pergerakan dan perjalanan surat suara Pilkada Polewali Mandar tahun 2024 itu dilakukan dalam pengawasan yang ketat dan melekat. 

"Hal itu dimaksudkan untuk memastikan semua proses perencanaan, percetakan, dan pergerakan hinggga sampai di TPS nantinya berjalan sesuai dengan mekanisme aturan yang ada. Sehingga, kita bisa memastikan, semua proses yang berjalan tidak akan mencederai penyelenggaraan Pilkada 2024 ini," tandasnya.

Penulis: Mulyadi
Foto: Mulyadi dan Suardi