Bawaslu Polman Hadiri Rakornas Kediklatan Pengawas Pemilu
|
JAKARTA - Bersama Bawaslu provinsi dan Bawaslu kabupaten kota se-Indonesia, Bawaslu Polewali Mandar hadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) kediklatan pengawas Pemilu yang dihelat Bawaslu RI, Jakarta 19 - 22 Oktober 2024 di salah satu hotel di bilangan Jl. Gatot Subroto Jakarta.
Rahmat Bagja, ketua Bawaslu RI dalam sambutan dan pengarahannya pada pembukaan acara itu mengatakan, hari saat acara pembukaan kegiatan itu merupakan hari yang baik dan memiliki makna yang mendasar dan tersendiri bagi Bawaslu.
"Hari ini kawan-kawan mesti tahu betul, karena bagi kita memiliki makna mendasar. Karena hari ini adalah hari pelantikan presiden terpilih sekaligus menandai akhir dari semua pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu. Karena itu bertepatan dengan hari ini, kita menggelar kegiatan rakornas ini kita berharap agar pendidikan dan pelatihan kita semakin baik," ujar Rahmat Bagja.
Dikatakan Rahmat Bagja, melalui rakornas akan dibicarakan grand desain pendidikan dan pelatihan Bawaslu baik untuk ketua dan anggota maupun untuk unsur sekretariat.
"Dalam kegiatan ini, perlu kami sampaikan bahwa ada grand desain kediklatan kita , baik untuk ketua dan anggota maupun sekretariat. Dan melalui ini saya ingin menyampaikan teman-teman di provinsi dan kabupaten kota, jika mengadakan bimbingan teknis agar dikoordinasikan pada pusat pendidikan dan pelatihan Bawasku," ujarnya.
Rahmat Bagja menambahkan, penting bagi Bawaslu ditengah tahapan pemilihan serentak 2024 ini, utamanya teman-teman kabupaten kota wajib melakukan pelatihan pembuatan lapoan hasil pengawasan bagi pegawas tempat pemungutan suara.
Sementara itu, sesaat sebelum Rahmat Bagja memberikan pengarahan dan sambutan pembukaan kegiatan itu, Erwin JH Malonda koordinator divisi sumber daya manusia, organisasi, pendidikan, dan pelatihan Bawaslu RI dalam sambutannya menjelaskan tentang proses pembutan desain kurikulum kediklatan Bawaslu.
"Panjang waktu dalam memformulasi desain kurikulum dan penjaminan mutu kita di Bawaslu, untuk kelak menjadi pedoman pelaksanaan diklat kita. Dan kegiatan peningkatan kapasitas kita yang telah lalu kiranya untuk dijadikan evaluasi," ujarnya.
Erwin JH Malonda juga menjelaskan, setiap kegiatan agar sungguh-sungguh memperhatikan pesertanya dan semua persoalan teknis penyelenggaraannya.
"Untuk diklat kuhusunya, agar diperhatikan pesertanya dan dipastikan semua sesuai yang diundang dan yang hadir, karena ada auditor yang akan melihatnya. Kedua narasumber bukan karena hubungan kedekatan, tetapi sesuai dengan kapasitas karena itu penjaminan mutu menjadi penting. Saya mesti menyampaikan, dalam peningkatan kapasitas harus satu tarikan nafas dengan Bawaslu. Ketua dan anggota harus mengawal penguatan kapasitas yang menggunakan nara sumber dari luar karena kita tidak mau jangan sampai ada yang keliru. Apalagi bertolak belakang dengan kebijakan dan visi misi kita," ungkap Erwin JH Malonda.
Ichsan Fuady: Pengawasan Membutuhkan Kedisiplinan Kita
Dalam kegiatan yang sama, Ichsan Fuady sekretaris jenderal Bawaslu RI dalam sambutannya kembali mengingatkan pentingnya integirtas, karena menurutnya, integritas mudah diucapkan tetapi tidak begitu mudah untuk diterapkan,
"Tidaklah mudah kalau etika adalah yang sifatnya, maka kejujuran kemandirian adalah hal yang harus kita perjuangkan. Dan harus ada keberanian kita untuk itu. Ingat kesederhanaan itu penting, karena akan menjadikan kita gampang dalam melaksanakan kejujuran dan integritas," ujar Ichsan Fuady.
Masih menurutnya, "kepedulian juga penting untuk membangun soliditas, antara satu dengan yang lainnya. Termasuk terkait kerohiman agar itu menjadi perhatian bersama, karena merupakan bentuk kebijakan atas kepedulian kita pada sesama dan nilai kemanusiaan".
Labih lanjut dikatakan Ichsan," Saya titip kedisiplinan karena untuk mewujudkan pengawasan Pemilu yang baik dibutuhkan kedisiplinan.
paksa, biasakan, dan akan berubah kebutuhan dan akhirnya akan menjadi kebahagiaan".
Disampaikan Ichsan Fuad, ke depan Bawaslu utamanya di tahun 2025 akan kembali membuka kesempatan bagi unsur sekretariat yang memenuhi syarat untuk mengikut Diklatpim, termasuk Diklat substansi.
Dalam acara yang diawali dengan pembukaan, dan pemaparan sejumlah nara sumber kompeten serta diskusi pembagian kelas bagi peserta itu, Roy M Siagian kepala Pislitbang Diklar Bawaslu RI dalam laporannya mengatakan, latar belakang kegiatan rakornas yang diselenggarakan itu merupakan mandat integritas transparansi dan akuntabilitas melalui pengawas Pemilu yang efektif.
Bahkan dikatakan Roy M Siagian, melalui kegiatan itu juga akan diluncurkan serta disosialisasikan 21 modul Bawaslu yang kelak akan digunakan dalam peningkatan kapasitas Bawaslu.
Perlu dicatatkan pula, dari Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar selain dihadiri Rahmania anggota Bawaslu Polewali Mandar, koordinator divisi sumber daya manusia, organisasi, pendidikan, dan pelatihan juga tampak dihadiri pula koordinator sekretariat Bawaslu Polewali Mandar yang hadir sebagai peserta aktif bersama ketua dan kepala sekretariat serta kabag administrasi Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat.
"Kegiatan ini penting sekali artinya bagi kita di Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, karena selain ini terkait dengan kurikulum kediklatan juga terkait dengan penjaminan mutu setiap penguatan dan peningkatan kapasitas kita. Bahkan kita bersyukur karena melalui kegiatan ini telah dilucurkan 21 modul yang akan menjadi pegangan bagi kita dalam melakukan penguatan dan peningkatan kapasitas kelembagaan kita," imbuh Rahmania di akhir kegiatan itu.
Penulis dan Foto: MS Tajuddin